Gangguan bipolar

Dua pria berwajah serupa duduk di sofa. Seorang pria dengan kepala di tangan, satu pria tersenyum.

Gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental. Orang dengan gangguan bipolar mengalami perubahan suasana hati, dari merasa sangat bahagia atau senang (manik) atau merasa sangat sedih dan tertekan. Perubahan suasana hati ini terjadi terlepas dari apa yang terjadi dalam hidup seseorang. Perubahan mood bahkan bisa menjadi campur aduk sehingga seseorang bisa merasa manic dan tertekan pada saat bersamaan. Perubahan suasana hati dapat berlangsung berhari-hari hingga berbulan-bulan, dan bahkan bertahun-tahun dan dapat memengaruhi pemikiran, fungsi, dan aktivitas orang sehari-hari. Studi Beban Global Penyakit pada tahun 2013 menemukan bahwa Bipolar I dan II terjadi pada sekitar 1,2% populasi 1.

Penyebab pasti dari Gangguan Bipolar tidak diketahui, tetapi faktor genetika, lingkungan, struktur otak, dan kimiawi mungkin berperan. Hasil dari studi penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki kerabat tingkat pertama dengan kondisi tersebut, seperti orang tua atau saudara kandung, memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami gangguan tersebut. Meskipun orang dengan orang tua atau saudara kandung dengan gangguan bipolar lebih mungkin mengembangkan gangguan itu sendiri, kebanyakan orang dengan riwayat keluarga gangguan bipolar tidak akan mengembangkan penyakit tersebut. Faktor lingkungan seperti stres dan trauma juga mungkin menjadi faktor penyebab perkembangan gangguan bipolar.

Tanda dan Gejala Umum Gangguan Bipolar


Mania

  • Impulsivitas
  • Banyak bicara
  • Energi tinggi
  • Sulit tidur atau periode energi tinggi yang tidak biasa
  • Euforia
  • Gangguan
  • Kegelisahan atau kemarahan
  • Kenekatan

Depresi

  • Suasana hati sedih, cemas, atau “kosong” yang terus-menerus
  • Kehilangan energi
  • Kurang konsenterasi
  • Perasaan bersalah, tidak berharga atau tidak berdaya
  • Merasa gelisah atau mudah tersinggung
  • Meningkatnya rasa bersalah
  • Perubahan nafsu makan atau tidur – meningkat atau menurun
  • Kurangnya minat pada aktivitas yang sebelumnya menyenangkan
  • Perasaan putus asa
  • Perasaan dan pikiran ingin mati
  • Perilaku menyakiti diri sendiri atau bunuh diri

Mirip dengan kondisi kesehatan mental lainnya seperti depresi dan kegelisahan , tidak ada tes darah atau studi pencitraan khusus yang dapat memberi tahu seseorang apakah mereka memiliki gangguan bipolar. Bertemu dengan seorang profesional dan mendiskusikan gejala adalah langkah pertama menuju diagnosis. Kondisi ini bisa membingungkan dan menyakitkan bagi mereka yang hidup dengannya, serta untuk orang yang mereka cintai. Untungnya, ada perawatan dan pilihan lain untuk membantu orang mengelola kondisi tersebut.

Unsur terpenting bagi seseorang untuk maju dengan kondisi tersebut adalah harapan. Harapan adalah perasaan bahwa ada masa depan yang bisa dicapai dan masa depan itu bisa dicapai. Kadang-kadang, orang dengan gangguan bipolar mungkin bisa merasa berharap sendiri. Selain itu, mereka mungkin membutuhkan dukungan atau bantuan dari orang yang dicintai atau seseorang yang peduli pada mereka untuk mengingatkan mereka bahwa harapan ini mungkin.

Meskipun tidak ada obat untuk kondisi tersebut, banyak orang yang hidup dengan gangguan bipolar mampu mengejar kehidupan yang penuh, bermakna, dan sukses. Hidup sukses dengan gangguan tersebut membutuhkan sejumlah keterampilan, seperti berusaha untuk tetap terhubung dengan orang lain, tetap mengikuti pendidikan tentang kondisi dan pengobatan, dan menetapkan rutinitas yang sehat.


Sumber

  1. Ferrari AJ, Stoking E, Khoo JP, dkk. Prevalensi dan beban gangguan bipolar: temuan dari Global Burden of Disease Study 2013. Gangguan Bipolar. 2016; 18: 440‐50.
    https://onlinelibrary.wiley.com/servlet/linkout?suffix=null&dbid=8&doi=10.1111%2Fbdi.12609&key=27566286

Talk to Someone Now Bicaralah dengan Seseorang Sekarang Talk to Someone Now

Panggilan

Choose from a list of Counties below.


Click to Chat
Click to Text

Text

Text HOME to 741741
Talk to Someone Now